Note 4

Note 4

(9 Agustus 2014, 11:09 pm)

Baru sempat menulis lagi. Padahal banyak sekali hal yang ingin ditulis.

Mulai dari percintaan yang kembali pulang.

Dan situasi beserta kondisi diri . (hehe lebay)

Kali ini yang ingin ku tulis adalah (baca aja, temanya simpulkan sendiri :D)

Situasi dirumah kembali dingin entah memanas setelah kepergianku. ku kira telah membaik kemarin. Ternyata itu hanya sebuah topeng . gading yang telah retak memang tak dapat kembali semula meski coba di lekatkan tetap saja rapuh .

Tapi kini aku, bahkan adik2ku lbh dan terlebih sudah tak peduli lagi dengan apa yang sedang terjadi bahkan ku berfikir “tak peduli papa dan mama akhirnya akan bagaimana, yang terpenting adik-adik sama eg!. Titik. Cepat atau lambat eg akan mengambilnya satu per satu. Lihat saja nanti.”

Mulai tahun depan, mia eg ambil. Untuk ambil alfin,, butuh sedikit waktu. Tapi pasti eg ambil juga.

Eg tak mau adik2 terlantar dan bahkan kurang didikan psikologi dan mental serta lainnya. Terlebih eg tak mau mereka sampai salah arah. Situasi seperti ini cepat atau lambat akan mempengaruhi psikologi. Mengingat mereka masih labil. Eg harus tetap dan segera pegang kendali seutuhnya atas mereka.

Mulai sekarang entah kemarin, silahkan papa n mama dengan keegoisan sendiri. Bagaimanapun kalian berusaha untuk dapat pembelaan dariku ataupun suara dukungan dariku, tdk, tdk akan lg. Tapi bukan berarti eg telah tak menganggap kalian sebagai orang tua. Smp kapanpun papa n mama tetap orang tua eg, meski kadang . Entahlah tak apa. Tetap pada prinsip, apapun yang terjadi, itulah yang terbaik.

Entah apa dan bagaimana rencana Allah kali ini. Indah, sungguh indah ujiannya ya Allah. 2013, 2014. Pada tahun itu. Terima kasih atas segala karunia-Mu. Terima kasih atas mukzizatmu. Terima kasih atas segala ujian-Mu. Terima kasih atas semuanya. Eg bersyukur karena Allah telah mengizinkan eg untuk melalui ini. Untuk itu,, Allah lah yang telah buat eg menjadi seperti sekarang. Efeknya, kemanapun eg pergi, eg tak pernah takut meski sendiri. Seberapa besarnya kehilangan, eg mampu ikhlas atasnya. Namun untuk amarah, terkadang eg masih harus belajar untuk itu (dlm hal2 tertentu).

Saat menulis ini, eg sedang menangis, flashback hanya dlm 2 tahun terlalu byk yg telah terjadi.

Dari semua itu eg yakini ada hikmahnya. Dari semua itu eg syukuri karna telah membentuk pribadi eg yang lain, yg seharusnya. Pada intinya adalah, biarkan eg dekat dengan-Mu ya Allah, lebih dekat lagi, dan bantu eg dalam pegang kendali diri untuk melalui semuanya dengan baik dan benar. Ammmmmmiiiiiiiiiiiiiiinnnnnnnnn Love You More ({})

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: